Katalogisasi naskah-naskah nusantara telah banyak dilakukan. Akan tetapi, jika dicermati, katalog-katalog yang sudah ada tersebut mengidentifikasi naskah yang sudah terkumpul di perpustakaan atau museum, yang konotasinya merupakan naskah yang berasal dari lingkungan kerajaan atau keraton. Jika benar demikian, maka inventarisasi dan identifikasi naskah yang ada di masyarakat belum banyak dilakukan.

Sudah mafhum bahwa naskah senantiasa dipengaruhi keadaan zaman, terkait bahasa dan kebudayaannya. Mengkaji naskah dapat memahami dan menghayati pandangan serta cita-cita yang menjadi pedoman hidup generasi sebelumnya. Menggali warisan nenek moyang yang agung nilainya di dalam naskah dapat diartikan pula sebagai usaha melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsa Indonesia karena kebudayaan lama itu merupakan akar berpijaknya pandangan masyarakat saat ini.

Naskah Madura

Tahap awal pengembangan Repositori Naskah ini kami lakukan terhadap naskah-naskah keagamaan Madura. Hal ini karena data yang tersedia di awal adalah naskah-naskah hasil inventarisasi dan digitalisasi dari Pulau Madura. Madura sangat tepat dijadikan sebagai lokasi penelusuran naskah keagamaan Islam. Madura sejak masa lampau telah menjadi basis penyebaran agama Islam dan masyarakatnya menjadi masyarakat muslim berpengaruh di Jawa Timur. Komunitas muslim di Madura menguat dengan majunya kerajaan muslim, kemudian diikuti merebaknya pusat-pusat pendidikan dari pondok pesantren, majelis taklim, dan madrasah diniyah.

Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang telah melakukan  kegiatan inventarisasi dan digitalisasi naskah keagamaan pada tahun (2010-2012) di empat Kabupaten di Madura, yaitu Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut membuahkan hasil yang menggembirakan karena menghasilkan temuan berupa ratusan naskah keagamaan di Madura yang masih tersimpan di masyarakat. Hasil penelitian ini masih berupa identifikasi naskah dan Cakram Padat (CD) digital. Sebagai langkah pengembangan hasil inventarisasi dan digitalisasi naskah, perlu dilaksanakan Penyusunan Naskah Keagamaan Madura dalam bentuk bibliografi berupa Katalog naskah. Selanjutnya dari data naskah dan katalog yang sudah jadi, kami kembangkan dan kami unggah dalam Repositori Naskah ini.  

Tentang Izin Pemilik Naskah

Semua naskah yang diunggah dalam Repositori Naskah ini sudah melalui persetujuan para pemiliknya. Sebelum foto-foto naskah diproses untuk diunggah dalam repositori, kami mengunjungi para pemilik naskah untuk meminta izin kepada mereka, dan sebagai bukti tertulis para pemilik diminta menandatangani dalam surat pernyataan bermaterai. Penggunggahan naskah juga dilakukan atas saran dan permintaan para pemilik. Jika para pemilik hanya mengizinkan sebagian dari foto naskah yang tersedia yang boleh diunggah, maka kami mengikutinya, tetapi jika para pemilik mengizinkan keseluruhan foto naskah  diunggah demi persebaran ilmu pengetahuan yang lebih luas dan manfaat, maka itu yang juga kami lakukan.

Partisipasi Masyarakat

Kami mengundang partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi tentang keberadaan naskah-naskah keagamaan yang perlu diinventarisasi dan digitalisasi.