BLA Semarang Dorong Penguatan Kapasitas Fasilitator melalui Bimtek Manajemen Kelas
Fasilitator perlu terus memperkaya pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung pelaksanaan tugas, termasuk kemampuan dalam mengelola kelas. Penguatan kapasitas tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Kelas yang diselenggarakan melalui kerja sama Balai Litbang Agama (BLA) Semarang dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang.
Kepala BLA Semarang, Moch. Muhaemin, mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia perlu dilakukan secara berkelanjutan agar fasilitator memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan tugas.
“Untuk memperkuat kapasitas, kita harus memperkaya pengetahuan dan keterampilan, termasuk dalam pengelolaan kelas. Karena itu, saya menyambut baik gagasan teman-teman untuk melakukan kerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang,” ujarnya, Selasa (29/9/2026).
Menurut Muhaemin, kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Melalui kerja sama tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas.
“Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan wawasan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas,” sambungnya.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal hingga penutupan dengan penuh antusiasme dan komitmen. Peserta juga didorong menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan mengembangkan keterampilan fasilitasi.
“Saya berharap kita semua dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk saling berdiskusi, menggali ilmu dari para narasumber, serta melatih keterampilan fasilitasi demi menunjang kinerja organisasi ke depan,” katanya.

Sementara itu, mewakili Kepala BDK Semarang, Khoirul Anwar mengatakan Bimtek Manajemen Kelas diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Menurutnya, peserta tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga pengalaman dan wawasan yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam menghadapi perkembangan metode pembelajaran.
“Insyaallah para teman-teman bisa mendapatkan edukasi, pengalaman, atau wawasan terkait dengan pengelolaan kelas. Karena mungkin era sekarang berbeda dengan era dulu,” katanya.
Khoirul menjelaskan, perkembangan metode pembelajaran menuntut kemampuan pengelolaan kelas yang semakin adaptif. Karena itu, berbagai teknik manajemen kelas yang diberikan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat diadopsi dan dimanfaatkan peserta sesuai dengan kebutuhan tugas masing-masing.
“Kami ingin teknik-teknik dalam pengelolaan kelas dalam pembelajaran ini bisa diadopsi dan bisa dimanfaatkan oleh teman-teman,” pungkasnya.