⚡ Live Metrics BLA IKUB Wilayah Kerja: 99.99 Baik | Riset Terpublikasi: 999 Terindeks | Katalog SLiMS: 12.5k Buku | Repositori Wanantara: 600 Judul Sangat Baik | Hasil Survei MB: 98.99 Baik |
Beranda / Berita / Berita

Daun Gatal Papua Jadi Daya Tarik di Pameran MTQ Nasional XXXI 2026

Berita 🗓️ 17 September 2026 • Balai Litbang Agama Semarang
Daun Gatal Papua Jadi Daya Tarik di Pameran MTQ Nasional XXXI 2026
Kepala Balai Litbang Agama Semarang, Moch. Muhaemin mencoba melakukan pijat dengan daun gatal, Jumat (17/9/2026).

Semarang - Beragam kekayaan budaya dan kearifan lokal dari berbagai daerah turut mewarnai rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Stan tersebut memperkenalkan berbagai potensi, produk unggulan, serta kekayaan khas Papua kepada masyarakat yang hadir dalam Pameran UMKM MTQ Nasional 2026.

Usai mengunjungi stan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI, Kepala Balai Litbang Agama Semarang, Moch. Muhaemin, menyempatkan diri singgah di stan Kabupaten Mimika, Jumat (17/9/2026).

Di stan tersebut, Muhaemin berkesempatan mencoba pijat menggunakan daun gatal, tanaman yang dikenal masyarakat Papua dan menjadi bagian dari kearifan lokal setempat. Pijat menggunakan daun gatal berlangsung sekitar 15 menit. Usai menjalani pijat, Muhaemin mengaku merasakan perubahan pada kondisi tubuhnya.

“Setelah dipijit sekitar 15 menit, rasa meriang saya hilang,” ujarnya.

Daun gatal merupakan salah satu tanaman yang dikenal dalam tradisi pengobatan masyarakat Papua. Pemanfaatannya di tengah Pameran UMKM MTQ Nasional XXXI menjadi salah satu cara memperkenalkan kekayaan hayati sekaligus kearifan lokal Papua kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Selain daun gatal, stan Kabupaten Mimika juga menghadirkan beragam produk kerajinan dan olahan khas Papua Tengah. Produk yang ditawarkan antara lain tas noken, ukiran khas Suku Kamoro, batik Papua, ecoprint berbahan alami, minyak daun gatal, topi mahkota Papua, kopi Amungme Gold, hingga mie sagu.

Sekretaris Dekranasda Kabupaten Mimika, Lintje Siwabessy Paiman, mengatakan bahwa antusiasme pengunjung terhadap produk yang ditampilkan cukup tinggi. Bahkan, sejumlah produk berhasil terjual selama pameran berlangsung.

“Beberapa minyak gosok asal Papua menjadi salah satu yang paling banyak diminati pengunjung. Stan kami ramai dikunjungi. Bukan hanya ramai, tetapi produk-produk kami juga banyak yang terjual,” jelasnya.

Ia berharap keikutsertaan Pameran UMKM MTQ Nasional XXXI dapat menjadi sarana untuk mempromosikan berbagai produk unggulan Papua Tengah sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM daerah untuk semakin dikenal dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lainnya.

“Kami merasa bangga bisa diundang dalam pameran ini. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk Papua Tengah secara lebih luas serta menunjukkan bahwa produk-produk kami mampu bersaing dengan daerah lain,” pungkasnya.

Bagikan Berita Ini

Ikuti Media Sosial Kami