HUT ke-81 RI, Momentum ASN Refleksi dan Tingkatkan Kinerja
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan refleksi sekaligus meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Hal tersebut disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Litbang Agama Semarang, Nanang Slamet Murdiyat, saat menjadi pembina apel, Senin (10/8/2026).
“Yang perlu kita lakukan sebagai ASN adalah bekerja dan berkinerja dengan baik, menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku, serta berpegang teguh pada nilai-nilai BerAKHLAK,” ujarnya.
Menurut Nanang, implementasi nilai-nilai BerAKHLAK dapat diwujudkan melalui pemberian layanan yang baik, peningkatan kinerja sehari-hari, kedisiplinan, serta upaya meningkatkan kompetensi.
“Bagaimana kita dapat memberikan layanan yang terbaik, meningkatkan kinerja sehari-hari, menegakkan disiplin, serta terus meningkatkan kompetensi. Hal-hal tersebut hendaknya menjadi tujuan kita dalam menjalankan tugas sebagai ASN,” jelasnya.
Selain menekankan peningkatan kinerja, Nanang mengingatkan kepedulian sosial ASN terhadap masyarakat. Kepedulian tersebut tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk bantuan materi, tetapi dapat dilakukan dalam bentuk sosial, misalnya donor darah.
“Bantuan sosial pada masyarakat tidak mesti harus berwujud materi. Jika tidak mampu secara materi, bisa membantu masyarakat dalam bentuk lain, seperti donor darah,” katanya.

Mengenai pelaksanaan tugas, kata Nanang bahwa berbagai persoalan terkadang baru diketahui setelah kegiatan berjalan atau selesai dilaksanakan. Karena itu, diperlukan evaluasi dan penyelesaian secara bertahap agar setiap persoalan dapat ditangani dengan baik.
“Setelah dilakukan, kita akan mengetahui hasilnya. Mungkin ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan dalam satu waktu. Karena itu, semuanya perlu diurai dan diselesaikan satu per satu,” sambungnya.
Nanang berharap seluruh pegawai semakin aktif dan memiliki inisiatif dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan. Menurutnya, tanggung jawab yang telah diberikan perlu dijalankan tanpa harus selalu menunggu arahan atau pengingat dari pimpinan.
“Tidak perlu selalu saya ingatkan. Masing-masing bisa segera melaksanakan, menyusun, atau menyelesaikan pekerjaan yang selama ini mungkin belum diselesaikan,” pungkasnya