⚡ Live Metrics BLA IKUB Wilayah Kerja: 99.99 Baik | Riset Terpublikasi: 999 Terindeks | Katalog SLiMS: 12.5k Buku | Repositori Wanantara: 600 Judul Sangat Baik | Hasil Survei MB: 98.99 Baik |
Beranda / Berita / Berita

Mahasiswa UIN Walisongo Presentasikan Video Moderasi Beragama di BLA Semarang

Berita 🗓️ 14 Oktober 2026 • Balai Litbang Agama Semarang
Mahasiswa UIN Walisongo Presentasikan Video Moderasi Beragama di BLA Semarang

‎Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Balai Litbang Agama (BLA) Semarang mempresentasikan karya video bertema moderasi beragama. Video tersebut dibuat sebagai tindak lanjut dari kegiatan kunjungan mahasiswa ke sejumlah rumah ibadah.

‎‎Salah satu mahasiswa UIN Walisongo, Miftakhun Naja mengatakan bahwa moderasi beragama tidak hanya berkaitan dengan cara seseorang memahami ajaran agamanya, tetapi juga bagaimana ia memperlakukan sesama manusia.

‎‎“Moderasi beragama bukan hanya tentang bagaimana kita memahami agama, tetapi juga bagaimana kita memperlakukan sesama manusia,” ungkap Miftakhun Naja dalam pesan videonya, Rabu (14/10/2026).

‎Ia juga menegaskan bahwa hidup berdampingan bukan berarti setiap orang harus memiliki keyakinan dan pandangan yang sama.

‎‎"Hal terpenting adalah kemampuan untuk saling menghargai dan menjaga hubungan baik di tengah perbedaan yang ada," sambungnya.

‎‎Sementara itu, mahasiswa Eli Vandika menyampaikan bahwa moderasi beragama mengajak masyarakat untuk berpikir lebih luas dalam menyikapi keberagaman. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk bertengkar, tetapi justru menjadi kesempatan untuk membangun kerukunan.

‎‎“Perbedaan bukan alasan untuk bertengkar, melainkan menjadi kesempatan untuk memperkuat kerukunan,” demikian pesan yang disampaikan Vandika dalam karyanya.

‎‎Ketua Tim Moderasi Beragama BLA Semarang, Mazaya Fikrotil Aimmah, mengatakan bahwa melalui tugas pembuatan video tersebut, mahasiswa diajak mengolah pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan ke rumah ibadah.

‎‎“Video yang dihasilkan memuat ajakan untuk memahami perbedaan, membangun toleransi, serta menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

‎‎Menurut Mazaya, pembuatan video moderasi beragama menjadi salah satu bentuk pembelajaran kreatif bagi mahasiswa untuk memahami dan menyampaikan nilai-nilai moderasi beragama melalui media digital.

‎‎“Pembuatan video menjadi sarana untuk merefleksikan pengalaman setelah kunjungan ke rumah ibadah. Lewat video, pesan-pesan moderasi beragama dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami publik,” ujarnya.

‎‎Mazaya berharap, lewat kegiatan ini, mahasiswa mampu menjadi generasi yang terbuka terhadap keberagaman, menjunjung tinggi toleransi, serta turut berkontribusi dalam merawat kerukunan antarumat beragama.

‎‎“Beragama secara bijak, menghargai perbedaan, dan menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Bagikan Berita Ini

Ikuti Media Sosial Kami