Pancasila Sebagai Kekuatan Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat
Pancasila sebagai kekuatan pemersatu bangsa sekaligus landasan dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Nilai-nilai Pancasila perlu terus dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Litbang Agama Semarang, Moch. Muhaemin, setelah upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026).
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Menurut Muhaemin, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara dan simbol kebangsaan. Nilai-nilainya harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai Pancasila perlu hadir dalam tindakan nyata, seperti menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, mengedepankan musyawarah, menjunjung keadilan, serta membangun kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi.
“Pengamalan Pancasila dapat dilakukan melalui sikap toleran, bijak dalam menggunakan media sosial, menolak penyebaran informasi yang memecah belah, serta aktif berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Muhaemin menilai, penguatan nilai-nilai Pancasila penting untuk membangun kehidupan berbangsa yang harmonis dan memperkuat persatuan. Pancasila juga menjadi pijakan dalam terciptanya masyarakat yang berkeadilan dan sejahtera.
“Dengan menjadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam kehidupan sehari-hari, cita-cita menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur dapat terus diperjuangkan bersama,” pungkasnya.