⚡ Live Metrics BLA IKUB Wilayah Kerja: 99.99 Baik | Riset Terpublikasi: 999 Terindeks | Katalog SLiMS: 12.5k Buku | Repositori Wanantara: 600 Judul Sangat Baik | Hasil Survei MB: 98.99 Baik |
Beranda / Berita / Berita

Persamaan Pesantren dan Pramuka, Punya Misi Membentuk Karakter Bangsa

Berita 🗓️ 02 Oktober 2026 • Balai Litbang Agama Semarang
Persamaan Pesantren dan Pramuka, Punya Misi Membentuk Karakter Bangsa
Menag sapa peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo, Malang, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026)

Malang (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pesantren dan gerakan pramuka memiliki misi yang sama dalam membentuk karakter generasi bangsa yang kuat. Keduanya sama-sama mengajarkan kemandirian, pembentukan karakter, akhlak, serta kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat.

Hal itu disampaikan Menag saat membuka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo, Malang, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).

Menurut Menag, nilai-nilai yang diajarkan dalam kepramukaan memiliki banyak titik temu dengan pendidikan yang diterapkan di pesantren. Pramuka, kata Menag, tidak hanya mengajarkan keterampilan kepanduan, tetapi juga membentuk pribadi yang mandiri dan berkarakter.

“Pramuka mengajarkan kemandirian, di pesantren juga ada kemandirian. Pramuka mengajarkan karakter, di pesantren juga ada pendidikan karakter yang sangat luar biasa,” ujar Menag.

Pesantren juga mengajarkan akhlak, kehidupan bermasyarakat, dan kemampuan bersosialisasi. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan misi kepramukaan dalam membentuk generasi yang memiliki karakter dan kepedulian sosial.

“Dengan demikian, sinergi antara pesantren dengan kepramukaan ini akan melahirkan insan kamil Indonesia,” lanjutnya.

Menag berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan PPSN, tetapi terus dikembangkan di berbagai pesantren di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi pesantren dan Pramuka dapat menjadi salah satu kekuatan dalam menyiapkan generasi yang memiliki fondasi intelektual sekaligus spiritual.

“Saya berharap ke depan kolaborasi antara pesantren dengan kepramukaan ini akan melahirkan karakter-karakter bangsa yang bisa menjadi ahli waris intelektual spiritual bangsanya sendiri,” katanya.

Menag menekankan bahwa generasi yang memiliki karakter kuat dan fondasi intelektual serta spiritual dibutuhkan agar Indonesia mampu memainkan peran lebih besar dalam pergaulan internasional.

“Sehingga Indonesia nanti bisa bersaing, tidak hanya di level nasional namun juga bersaing di kancah hubungan internasional,” ungkap Menag.

Bagikan Berita Ini

Ikuti Media Sosial Kami