⚡ Live Metrics BLA IKUB Wilayah Kerja: 99.99 Baik | Riset Terpublikasi: 999 Terindeks | Katalog SLiMS: 12.5k Buku | Repositori Wanantara: 600 Judul Sangat Baik | Hasil Survei MB: 98.99 Baik |
Beranda / Berita / Berita

Praktik Micro Teaching, Mengasah Kemampuan dalam Mengelola Pembelajaran ‎

Berita 🗓️ 30 September 2026 • Balai Litbang Agama Semarang
Praktik Micro Teaching, Mengasah Kemampuan dalam Mengelola Pembelajaran  ‎
Mazaya Fikrotil Aimmah praktik micro teaching, Rabu (30/9/2026).

‎Peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Moderasi Beragama mengikuti praktik micro teaching setelah mendapatkan materi mengenai manajemen kelas dalam pembelajaran penguatan moderasi beragama. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menyampaikan materi sekaligus mengelola kelas.

‎‎Salah satu peserta, Mazaya Fikrotil Aimmah, mengaku masih merasakan gugup ketika harus berbicara di depan peserta. Padahal, ia telah beberapa kali memiliki pengalaman tampil di muka umum, antara lain sebagai pembawa acara maupun mengisi kegiatan sosialisasi.

‎‎“Rasa gugup tetap sering muncul karena jam terbang yang masih terbatas. Namun, kegiatan ini memberikan banyak pengetahuan baru, terutama tentang bagaimana mengelola pembelajaran moderasi beragama yang adaptif terhadap karakteristik peserta,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).

‎‎Menurut Mazaya, keterbatasan pengalaman bukan alasan untuk menghindari kesempatan tampil di hadapan peserta. Justru, praktik secara langsung menjadi ruang untuk membangun keberanian, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus mengembangkan kemampuan sebagai fasilitator.

‎‎“Hal tersebut tidak seharusnya membuat kita ragu untuk tampil. Justru, kita perlu terus berani mencoba, belajar, dan meningkatkan kemampuan karena pengalaman dan jam terbanglah yang akan membentuk kepercayaan diri sebagai fasilitator,” tuturnya.

‎‎Pengalaman serupa juga dirasakan peserta lainnya, Djatmiko. Ia mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali tampil di depan peserta untuk menyampaikan materi mengenai moderasi beragama.

‎‎“Ini pertama kali saya tampil di depan untuk menyampaikan terkait moderasi beragama. Saya bingung mau menyampaikan apa,” ujarnya.

‎‎Rasa gugup tersebut, kata Djatmiko, bahkan sudah muncul sebelum dirinya maju untuk melakukan presentasi. Kondisi itu semakin terasa setelah melihat penampilan peserta lain yang telah lebih dahulu mempresentasikan materi.

‎‎“Belum maju sudah grogi. Apalagi setelah melihat penampilan peserta yang telah presentasi, saya semakin kurang pede,” pungkasnya.

Bagikan Berita Ini

Ikuti Media Sosial Kami