⚡ Live Metrics BLA IKUB Wilayah Kerja: 99.99 Baik | Riset Terpublikasi: 999 Terindeks | Katalog SLiMS: 12.5k Buku | Repositori Wanantara: 600 Judul Sangat Baik | Hasil Survei MB: 98.99 Baik |
Beranda / Berita / Berita

BLA Semarang Ajak 25 Mahasiswa PPL UIN Walisongo Belajar Moderasi Beragama di Vihara Mahabodhi

Berita 🗓️ 11 Oktober 2026 • Balai Litbang Agama Semarang
BLA Semarang Ajak 25 Mahasiswa PPL UIN Walisongo Belajar Moderasi Beragama di Vihara Mahabodhi
Kepala BLA Semarang, Moch. Muhaemin membuka kegiatan kunjungan ke Vihara Mahabodhi Buddhist Centre Semarang, Minggu (11/10/2026).

‎‎‎Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama melalui pembelajaran lapangan dan dialog inklusif. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke Vihara Mahabodhi Buddhist Centre Semarang bersama 25 mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari UIN Walisongo Semarang, Minggu (11/10/2026).

‎‎Kepala BLA Semarang, Moch. Muhaemin, mengatakan bahwa penguatan moderasi beragama tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran teoretis di dalam kelas, tetapi juga membutuhkan perjumpaan langsung dengan masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang beragam.

‎‎“Kami menyadari betul bahwa penguatan moderasi beragama tidak akan tercipta hanya melalui teori di dalam kelas atau ruang diskusi tertutup, melainkan membutuhkan perjumpaan langsung, dialog yang inklusif, serta pembelajaran lapangan,” ujarnya.

‎‎Menurut Muhaemin, Vihara Mahabodhi dapat menjadi ruang belajar bersama untuk saling berbagi wawasan dan pengalaman keberagamaan. "Melalui interaksi langsung, mahasiswa diharapkan mampu memahami nilai toleransi dan kerukunan secara lebih mendalam, tidak hanya sebagai konsep, tetapi juga sebagai praktik dalam kehidupan sehari-hari," lanjutnya.

‎‎Kunjungan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyaksikan secara langsung praktik kerukunan antarumat beragama, memahami pentingnya sikap saling menghormati, serta mempelajari bagaimana toleransi dan kedamaian tumbuh di tengah keberagaman masyarakat.

‎‎“Melalui kunjungan ini, kami berharap mahasiswa dapat melihat secara langsung praktik kerukunan antarumat beragama, memahami sikap saling menghormati, serta menyaksikan bagaimana toleransi dan kedamaian tumbuh di tengah masyarakat yang beragam,” tambahnya.

‎‎Muhaemin turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus Vihara Mahabodhi Buddhist Centre Semarang atas keterbukaan dan dukungan dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus dikembangkan untuk memperkuat kerukunan umat beragama.

‎‎“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada segenap pengurus Vihara Mahabodhi Semarang atas kesediaan, penerimaan, dan dukungannya. Semoga kerja sama yang terjalin ini membawa keberkahan, kedamaian, serta manfaat yang luas bagi penguatan kerukunan umat beragama di Kota Semarang dan Indonesia pada umumnya,” tuturnya.

‎‎Sementara itu, Pengurus Vihara Mahabodhi Buddhist Centre Semarang, Andi Febrianto Lusdan, menyambut baik kegiatan yang mendorong penguatan kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia tersebut.

‎‎Ia menilai, pertemuan yang melibatkan berbagai latar belakang agama dan budaya merupakan langkah penting untuk menumbuhkan sikap saling menghormati sekaligus membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.

‎‎“Kegiatan semacam ini mempertemukan berbagai latar belakang agama dan budaya dalam menjaga toleransi sekaligus membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat,” ungkap Andi.

‎‎Menurutnya, kerja sama antarlembaga merupakan wujud komitmen bersama dalam merawat toleransi dan mempererat hubungan antarumat beragama. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan tercipta kehidupan beragama yang damai, rukun, dan saling menghargai.

‎‎“Dengan upaya bersama ini, diharapkan menjadi langkah positif dalam merawat toleransi serta memperkuat kerukunan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan kepercayaan yang beragam,” pungkasnya.

‎

Bagikan Berita Ini

Ikuti Media Sosial Kami