BLA Semarang Ajak Mahasiswa Perkuat Moderasi Beragama Lewat Video
Semarang - Kegiatan presentasi video moderasi beragama karya mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Walisongo Semarang di Balai Litbang Agama (BLA) Semarang menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama.
Fasilitator BLA Semarang, Musafak, mengatakan bahwa pembelajaran moderasi beragama dapat di melalui berbagai bentuk perjumpaan, mulai dari ruang kelas hingga rumah ibadah. Perjumpaan tersebut menjadi sarana untuk saling mengenal, memahami, dan belajar dari keberagaman.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi media belajar bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran bagi para pegawai BLA Semarang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkan dalam ajaran agama pada dasarnya juga dapat ditemukan dalam ajaran agama lain. Kesamaan nilai tersebut menjadi landasan penting untuk membangun sikap saling menghormati dan memperkuat hubungan harmonis di tengah masyarakat yang beragam.
“Kita sama-sama belajar dan memahami bahwa moderasi beragama bukan hanya konsep teoretis, tetapi berakar pada praktik-praktik yang hidup di masyarakat,” katanya, Rabu (21/10/2026).

Menurut Musafak, implementasi moderasi beragama perlu dilakukan melalui pendekatan penguatan nilai-nilai yang telah tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Ajaran agama memiliki landasan teologis dan praktik kehidupan yang dapat menjadi sumber pengembangan sikap moderat.
"Moderasi beragama tidak cukup dipahami sebagai konsep atau wacana, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti menghargai perbedaan, mengedepankan dialog, serta membangun hubungan yang damai antarumat beragama," tambah Musafak Analis Kebijakan BLA Semarang.
Melalui presentasi video ini, mahasiswa PPL UIN Walisongo Semarang diharapkan mampu memahami sekaligus menyampaikan nilai-nilai moderasi beragama secara kreatif dan komunikatif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran untuk menghargai perbedaan serta memperkuat kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui kegiatan presentasi video ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menyampaikan nilai-nilai moderasi beragama secara kreatif, sekaligus mengembangkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat,” pungkas.