⚡ Live Metrics BLA IKUB Wilayah Kerja: 99.99 Baik | Riset Terpublikasi: 999 Terindeks | Katalog SLiMS: 12.5k Buku | Repositori Wanantara: 600 Judul Sangat Baik | Hasil Survei MB: 98.99 Baik |
Beranda / Berita / Berita

Moderasi Beragama Ajarkan Sikap Adil dan Toleran terhadap Sesama

Berita 🗓️ 25 Oktober 2026 • Balai Litbang Agama Semarang
Moderasi Beragama Ajarkan Sikap Adil dan Toleran terhadap Sesama
Penguatan Moderasi Beragama pada Masyarakat Kelompok Keagamaan di Masjid Jauhari, Kota Semarang, Minggu (25/10/2026).

Semarang - Toleransi beragama tidak hanya diwujudkan dengan menghormati perbedaan keyakinan, tetapi juga melalui sikap adil, kepedulian sosial, dan kesediaan membantu sesama tanpa membedakan agama. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun hubungan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Analis Kebijakan Balai Litbang Agama (BLA) Semarang, Subkhan Ridlo, dalam kegiatan Penguatan Moderasi Beragama pada Majlis Taklim Al Harokah, di Masjid Jauhari, Kota Semarang, Minggu (25/10/2026).

Dalam pemaparannya, Subkhan menjelaskan bahwa setiap agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kerukunan. Karena itu, perbedaan agama tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai dan saling memberikan manfaat.

“Islam mengajarkan umatnya untuk berbuat adil kepada sesama. Perbedaan agama bukan alasan untuk tidak berbuat baik kepada orang lain,” pesannya.

Menurut Subkhan, toleransi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu tetangga, menunjukkan kepedulian sosial, dan memperlakukan orang lain secara adil. Sikap tersebut perlu diterapkan tanpa menjadikan perbedaan keyakinan sebagai batas untuk berbuat baik.

Ia menegaskan bahwa toleransi tidak berarti mencampuradukkan keyakinan. Setiap pemeluk agama tetap memiliki kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing tanpa memaksakan keyakinan kepada orang lain.

Prinsip tersebut, lanjutnya, sejalan dengan kandungan Surah Al-Kafirun yang mengajarkan penghormatan terhadap perbedaan keyakinan. Dengan demikian, umat beragama dapat tetap teguh menjalankan ajaran agamanya sekaligus membangun hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat di sekitarnya.

Selain membahas kerukunan antarumat beragama, Subkhan mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan akhlak kepada anak-anak. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan mendoakan anak agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, serta mampu berbuat baik kepada sesama.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Siti Wachidah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti jamaah dari kalangan mualaf yang berasal dari tiga kecamatan, yakni Semarang Tengah, Candisari, dan Gajahmungkur.

 Ia mengatakan, pendampingan terhadap para mualaf selama ini difokuskan pada penguatan pemahaman dasar agama Islam, terutama tuntunan salat dan penguatan akidah.

“Fokus kami adalah membimbing mereka agar menjadi muslim yang kafah. Hal pertama yang kami tekankan adalah tuntunan salat dan penguatan akidah, sedangkan materi lainnya diberikan secara bertahap,” jelasnya.

Melalui penguatan moderasi beragama, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menghormati perbedaan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap adil, kepedulian terhadap sesama, dan penghormatan terhadap kebebasan beragama menjadi bagian penting dalam merawat kerukunan di tengah keberagaman.

Bagikan Berita Ini

Ikuti Media Sosial Kami